NOTIFNEWS – Sekitar 20 ribu pengunjung memadati Kawasan Wisata Ratu Intan, Pantai Amal, Kota Tarakan, Minggu (12/10/2025), untuk menyaksikan prosesi sakral Pelarungan Padaw Tuju Dulung. Tradisi khas masyarakat Suku Tidung ini menjadi puncak perayaan Festival Iraw Tengkayu XIV tahun 2025.
Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari masyarakat dan tamu undangan. Ribuan warga memenuhi kawasan pantai untuk menyaksikan beragam pertunjukan seni, budaya, dan tradisi, mulai dari Tari Massal hingga prosesi Penurunan Padaw Tuju Dulung, yang merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Tidung atas rezeki dan keselamatan selama setahun terakhir.

Wali Kota Tarakan dr. Khairul mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara. Menurutnya, partisipasi besar tersebut menunjukkan komitmen kuat masyarakat dalam melestarikan tradisi, sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.
“Masyarakat kita sejak dua hari ini, mulai dari pawai budaya sampai dengan pelarungan padau, terjun langsung dan luar biasa antusias. Saya senang sekali dapat menyaksikan kegiatan tahun ini, karena ini menunjukkan komitmen bersama dari masyarakat kita untuk sama-sama melestarikan budaya lokal, budaya Tidung, yang diwujudkan dalam bentuk festival Iraw Tengkayu,” ujar Khairul.
Ia memperkirakan jumlah pengunjung tahun ini mencapai puluhan ribu orang.
“Kalau saya lihat, diperkirakan sekitar 20 ribuan yang hadir,” ungkapnya.

Khairul menegaskan, Pemerintah Kota Tarakan akan terus berupaya menjaga keberlanjutan festival ini agar tetap menjadi bagian dari program nasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI melalui Karisma Event Nusantara (KEN).
“Upaya pemerintah tentu harus terus kita lakukan supaya event ini tetap dilaksanakan setiap tahun, dalam kondisi apa pun. Yang kedua, acaranya juga harus lebih dikemas lagi supaya bisa menarik wisatawan dan lain-lain. Sebenarnya, ranking KEN itu menunjukkan seberapa besar kunjungan wisatawan dan seberapa baik kemasannya,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, meski perlu inovasi dan pengemasan yang modern, pelaksanaan festival tetap harus berpijak pada nilai-nilai adat yang menjadi ruh budaya Tidung.
“Saya kira perlu terus kita lakukan improvisasi dan inovasi, tapi tentu tidak meninggalkan akar budaya yang sebenarnya. Acara ini kan tujuan utamanya ritual syukuran agar masyarakat bersyukur atas rezeki yang mereka peroleh selama satu tahun,” katanya.
Dalam momentum tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI melalui Asisten Deputi Event Daerah menyerahkan piagam penghargaan penetapan Festival Iraw Tengkayu sebagai salah satu dari 110 event terpilih Karisma Event Nusantara (KEN) 2025.

Dengan diraihnya penghargaan tersebut, Festival Iraw Tengkayu diharapkan semakin dikenal luas secara nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi Kota Tarakan sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Kalimantan Utara.
Festival Iraw Tengkayu tidak hanya menjadi ajang pelestarian adat dan kebersamaan masyarakat, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tarakan. Pemerintah berharap semangat kebersamaan ini dapat menjadi kekuatan dalam membangun Kota Tarakan sebagai Kota Cerdas yang berdaya saing dan maju menuju masyarakat sejahtera. (**)









