NOTIFNEWS – Merespons kebutuhan akses ribuan warga, Gabungan Komisi DPRD Kota Tarakan turun langsung meninjau jalan masyarakat yang berdampingan dengan kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Selumit Pantai RT 29, Kamis (26/2/2026). Kunjungan ini menjadi langkah awal memfasilitasi usulan pelebaran jalan yang telah lama disuarakan warga.
Akses tersebut menjadi jalur utama bagi 17 RT di wilayah belakang BRI dengan jumlah penduduk sekitar 12.000 jiwa. Kondisi jalan yang sempit membuat kendaraan roda empat harus bergantian melintas dan kerap tersendat saat ada kendaraan parkir di sisi jalan.
Ketua RT 16 Selumit Pantai, Nurdiana, mengatakan titik penyempitan berada tepat di samping bangunan BRI yang saat ini tengah dalam proses pembangunan. Menurutnya, kondisi itu sangat terasa dampaknya ketika terjadi situasi darurat.
“Selama ini mobil hanya bisa lewat satu arah. Kalau ada parkir kanan kiri, kendaraan besar seperti mobil pemadam sangat kesulitan masuk. Waktu terjadi kebakaran, kendalanya sangat terasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan warga telah bersepakat mengusulkan tambahan lebar sekitar 1,10 meter dari sisi area BRI. Jika terealisasi, lebar jalan diperkirakan menjadi kurang lebih 4,80 meter dan kendaraan bisa melintas lebih leluasa.
“Tidak banyak yang kami minta. Sekitar satu meter lebih saja sudah sangat membantu, apalagi ini untuk keselamatan bersama,” katanya.
Senada, Ketua RW 2 Selumit Pantai, Rusli, mengungkapkan bahwa permohonan pelebaran jalan sebenarnya telah diajukan sejak 2005. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut konkret.
“Surat sudah beberapa kali kami sampaikan dan sudah diterima. Harapan kami, dengan adanya DPRD dan pemerintah kota yang memfasilitasi, proses ini bisa lebih jelas dan tidak berulang seperti sebelumnya,” ungkapnya.
Rusli menegaskan pelebaran akses jalan bukan hanya untuk warga, tetapi juga untuk mendukung aktivitas nasabah serta pegawai BRI yang melintas di kawasan tersebut.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Tarakan, Adyansa, menjelaskan kunjungan lapangan tersebut merupakan agenda resmi dewan dalam menindaklanjuti aspirasi 17 RT di belakang BRI.
“Jadi hari ini kami agendakan kunjungan lapangan karena ada aspirasi masyarakat. Kurang lebih 12 ribu warga yang tinggal di belakang BRI meminta agar jalan di samping dan bawah area BRI bisa diperlebar,” ujarnya.
Ia menegaskan, faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama DPRD dalam memfasilitasi permohonan tersebut.
“Kita tidak ingin terjadi hal terburuk. Kalau nanti ada kebakaran, mobil pemadam sulit masuk karena akses kecil. Begitu juga ambulans harus bisa menjangkau sampai ke dalam,” tegasnya.
Usai kunjungan, DPRD langsung menggelar pembahasan lanjutan di kantor DPRD bersama pihak BRI. Adyansa menyebut terdapat beberapa opsi yang tengah dikaji untuk merealisasikan pelebaran jalan tersebut.
“Ada beberapa opsi ke depan, apakah hibah atau pinjam pakai untuk akses jalan. Yang paling sederhana memang pinjam pakai supaya tetap menjadi aset BRI, tetapi bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.
DPRD Kota Tarakan memastikan akan terus mengawal proses ini hingga ada keputusan yang jelas. Warga Selumit Pantai pun berharap pelebaran akses jalan segera terealisasi demi kelancaran mobilitas dan keselamatan bersama. (*/VP)









