NOTIFNEWS – Bank Indonesia menilai pengembangan QRIS di Kalimantan Utara bukan sekadar memperluas transaksi digital, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi ekonomi daerah menuju ekonomi yang lebih inklusif dan modern.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik mengatakan, penguatan sistem pembayaran digital memiliki peran penting dalam mendukung efisiensi transaksi sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat.
Menurutnya, penggunaan QRIS di Kaltara terus mengalami peningkatan, meski struktur ekonomi daerah saat ini masih didominasi sektor pertambangan, khususnya batu bara.
“Memang tantangan kita saat ini pertumbuhan ekonomi masih cukup bergantung pada sektor pertambangan, terutama batu bara yang juga dipengaruhi kondisi permintaan global,” katanya, Selasa (12/5/2026).
Meski demikian, Hasiando menyebut Kaltara mulai memiliki sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui sektor industri pengolahan yang kini berkembang di sejumlah wilayah.
Beberapa sektor yang mulai berkembang di antaranya industri aluminium, petrokimia, hingga industri pulp and paper di Tarakan.
“Kita mulai memiliki sumber pertumbuhan baru dari industri pengolahan, baik aluminium, petrokimia, maupun industri di Tarakan seperti pulp and paper,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan industri hilir tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Ia menilai pertumbuhan ekonomi tidak hanya harus tinggi secara angka, tetapi juga perlu diimbangi kualitas pertumbuhan yang mampu memberi dampak terhadap masyarakat.
“Ketika industri ini berjalan penuh, tentu nilai tambah ekonomi akan meningkat. Tapi yang juga penting bagaimana pertumbuhan itu ikut mendorong penyerapan tenaga kerja,” ucapnya.
Dalam kondisi tersebut, BI menilai penguatan ekosistem pembayaran digital seperti QRIS akan semakin relevan untuk mendukung aktivitas ekonomi baru di Kaltara.
Digitalisasi pembayaran dinilai dapat membantu efisiensi transaksi di berbagai sektor, mulai dari industri, UMKM, hingga layanan publik.
“Harapannya pertumbuhan ekonomi Kaltara ke depan tidak hanya lebih tinggi, tetapi juga lebih berkualitas,” tutupnya. (*)












