NOTIFNEWS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong peningkatan promosi pariwisata, salah satunya dengan melibatkan pelaku UMKM dan generasi muda.
Guna mewujudkan hal tersebut, langkah baru pun dilakukan Pemprov Kaltara sinergi dengan Kementerian Pariwisata menggelar sosialisasi dengan tema Diseminasi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata melalui Media Sosial para pelaku wisata dan UMKM.
Menurut Anggota DPR RI Komisi VII Hj. Rahmawati yang hadir dalam sosialisasi kali ini mengatakan, potensi pariwisata perlu diperkenalkan secara langsung oleh masyarakat dan pelaku UMKM melalui media sosial agar wisatawan domestik maupun mancanegara tertarik datang.
“Kami memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata selalu saling berkaitan. Apabila wisatawan banyak datang, otomatis UMKM dan pelaku kreatif akan terdorong, karya mereka bisa dikenal dan dibeli,” katanya.
Lebih lanjut, Rahmawati menyampaikan, pelatihan yang diberikan bersifat praktik, termasuk cara membuat video pendek untuk mempromosikan potensi alam dan budaya Kaltara.
“Cara pemasaran yang murah dan meriah adalah melalui media sosial. Misalnya, membuat video dengan latar alam, sungai, atau laut. Potensi kita sangat banyak, hanya perlu promosi yang masif dan berkelanjutan. Jangan sampai kita malas untuk mempromosikan hanya sekali lewat, seharusnya dilakukan berkali-kali,” terangnya.
Rahmawati juga menjelaskan, peran masyarakat khususnya kaum perempuam pelaku UMKM, sangat penting. Mereka bisa langsung memberikan informasi kepada wisatawan yang datang, mulai dari lokasi restoran, kerajinan, hingga destinasi wisata.
“Ini sama artinya dengan mempromosikan potensi wisata yang ada. Tidak perlu menunggu kementerian atau dinas, masyarakat yang langsung berinteraksi dengan wisatawan bisa menjadi agen promosi,” jelas Rahmawati.
Kegiatan diseminasi ini juga mengajarkan strategi praktis bagi peserta, mulai dari teknik membuat konten video yang menarik, memanfaatkan latar alam dan budaya, hingga cara memasarkan secara berkelanjutan.
Fokus utamanya adalah agar promosi pariwisata Kaltara tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi oleh masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif sendiri.
Lantas, Rahmawati menekankan, peran mereka strategis karena mereka yang sering berinteraksi dengan wisatawan.
“Ketika wisatawan datang, mereka bisa memberi informasi langsung. Ini sama dengan promosi efektif, karena orang yang datang bisa merasakan dan melihat secara langsung apa yang ditawarkan Kaltara,” ujarnya.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Asep Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Emi Emawati, mengatakan bahwa media sosial menjadi alat yang efektif di era digitalisasi.
“Promosi melalui media sosial membawa wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk daerah-daerah seperti Kalimantan Utara. Kementerian tetap memonitor efektivitas kegiatan agar target promosi tercapai,” kata Emi.
Hal senada pun dilontarkan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Njau Anau, yang menilai kegiatan ini bisa memberikan motivasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya promosi wisata.
“Potensi wisata Kaltara memang luar biasa, apalagi kita berada di daerah perbatasan. Dengan edukasi seperti ini, masyarakat memahami apa itu wisata, bagaimana cara mempromosikannya, dan menggunakan media sosial secara tepat,” tuturnya.
Bahkan menurut Njau, kaum perempuan menjadi bagian penting karena ketelatenannya. Sinergi DPR RI dengan Kementerian memberi bimbingan agar promosi dilakukan langsung oleh pelaku, bukan orang lain.
“Ini juga membuka peluang ekonomi sekaligus memperkenalkan budaya dan sumber daya Kaltara ke dunia,” pungkasnya.(*)









