NOTIFNEWS — Maraknya pencurian yang menyasar sejumlah sekolah di Kota Tarakan membuat aparat kepolisian turun tangan serius. Polres Tarakan kini mengimbau seluruh sekolah untuk memperketat sistem keamanan internal, setelah serangkaian laporan menunjukkan pola kejahatan yang mirip pelaku masuk dengan cara mencungkil pintu atau jendela dan menargetkan ruang-ruang berisi barang berharga.
Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Tarakan, Ipda Eko Susilo, mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, laporan pencurian terus berdatangan baik ke Polres maupun ke sejumlah Polsek, termasuk Polsek Tarakan Timur dan Polsek Tarakan Barat. Pola yang ditemukan menunjukkan kesamaan modus operandi, meski lokasi kejadian berada cukup berjauhan.
“Beberapa laporan sudah kami terima. Setiap kejadian selalu kami lakukan olah TKP untuk mengetahui cara masuk, barang apa saja yang diambil, serta kerusakan yang ditimbulkan. Kita juga mengecek apakah pelakunya sama atau berbeda, karena jarak sekolah-sekolah ini cukup jauh,” ujar Eko, Rabu (8/10/2025).
Menurut Eko, para pelaku biasanya menargetkan ruangan tertutup seperti ruang guru, ruang TU, atau kantor sekolah yang diduga menyimpan barang berharga. Barang yang dicuri umumnya berupa uang tunai dengan nominal tidak besar serta perangkat elektronik yang mudah dijual. Namun, upaya identifikasi pelaku sering terkendala karena CCTV sekolah tidak menyorot area luar ruangan.
“Kita masih mendalami apakah pelaku residivis atau baru pertama kali melakukan pencurian. Indikasi awal menunjukkan mereka punya kebiasaan masuk ke ruangan tertutup atau mencungkil pintu untuk mengambil barang,” terang Eko.
Melihat tren pencurian yang meningkat, Polres Tarakan mengimbau pihak sekolah untuk memperketat pengamanan internal. Eko menekankan pentingnya kehadiran petugas keamanan tambahan seperti satpam atau penjaga malam, serta penerapan SOP pengamanan yang lebih disiplin.
“Kami meminta pihak sekolah lebih waspada, terutama pada ruangan yang jarang digunakan. Tempatkan satpam atau penjaga malam secara bergilir, dan jangan menyimpan uang atau peralatan penting di ruang terbuka. Ini bagian dari langkah pencegahan agar pencurian tidak terjadi lagi,” imbuhnya.
Selain meningkatkan patroli dan koordinasi antar-Polsek, tim Polres Tarakan kini tengah melakukan mapping terhadap dugaan pelaku untuk mengetahui apakah kasus-kasus di sekolah berbeda dilakukan oleh kelompok yang sama.
“Kendala pasti ada, karena kami tidak selalu mengetahui identitas pelaku secara spesifik. Namun, melalui olah TKP dan pengumpulan bukti, kami optimis bisa mengungkap kasus ini dan memastikan semua pelaku diproses sesuai hukum,” ujar Eko.
Polres juga menekankan pentingnya kerja sama antara pihak sekolah, kepolisian, dan masyarakat. Menurut Eko, beberapa laporan tersebar di Polres maupun Polsek, sehingga diperlukan pertukaran informasi dan penanganan bersama agar lebih efektif.
“Dengan koordinasi yang baik antara Polres, Polsek, dan pihak sekolah, kita bisa meminimalkan risiko pencurian di sekolah. Sekolah juga diminta aktif dalam menjaga keamanan, bukan hanya mengandalkan pihak kepolisian,” kata Eko.
Ia menegaskan, meskipun nilai barang yang dicuri tidak selalu besar, dampaknya terhadap kegiatan belajar-mengajar sangat terasa. Sekolah yang menjadi korban pencurian harus segera memperbaiki fasilitas yang rusak dan memastikan keamanan siswa serta staf tetap terjaga.
Eko juga mengajak warga sekitar sekolah untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.
“Setiap orang bisa berkontribusi. Warga sekitar sekolah harus waspada, melaporkan kegiatan mencurigakan,” tegasnya. (**)












