NOTIFNEWS – Selain melakukan langsung pengamanan pada aksi Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Tarakan, Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S. Manik, S.H., S.I.K., M.H juga mengikuti beberapa kegiatan, diantaranya penamanan pohon di Embung Persemaian, dilanjutkan dengan diskusi ketenagakerjaan di gedung Serbaguna Pemkot Tarakan, Kamis (1/5/2025).
Diskusi terbuka ketenagakerjaan peringatan May Day tahun 2025 juga dihadiri Walikota Tarakan, Khairul, serta Forkopimda Tarakan, APINDO, Kepala OPD, BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Kegiatan diskusi diinisiasi Federasi Serikat Pekerja Perkayuan dan Kehutanan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP KAHUT KSPI) Kaltara dihadiri sekitar 150 orang.
Perwakilan dari SKA Sektor Perikanan, Supriyanto menyampaikan, terkait solusi setelah buruh lepas kontrak dan kesulitan mendapatkan BPJS Kesehatan.
“Selanjutnya, sejauh mana proses Satgas PHK yang telah terbentuk. Apakah rekrutan tenaga kerja dalam dunia usaha masih membutuhkan banyak pekerja,” ucapnya.
Sedangkan perwakilan dari PT IDEC, Tri, mempertanyakan sejauh mana program pemerintah terhadap tenaga kerja lokal dan soal usia pensiun yang semakin bertambah.
“Apakah dengan disahkannya UU TNI, kami buruh bisa melakukan pemberitahuan aksi demo ke TNI dan tidak lagi ke Kepolisian,” imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Tarakan, Khairul, menjelaskan apabila sudah habis kontrak dari perusahaan maka buruh tersebut tidak ada jaminan BPJS Kesehatan, akan tetapi apabila di PHK maka buruh tersebut ditanggung BPJS Kesehatan selama 6 bulan setelah di PHK.
“Pemerintah Kota Tarakan akan menyiapkan anggaran untuk pelatihan uji kompetensi bagi tenaga kerja lokal baru di Kota Tarakan,” jelas Khairul.
Berkaitan dengan satgas PHK, Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S. Manik mengatakan, sampai saat ini Satgas PHK masih dalam wacana dan belum ada struktur yang terbentuk atau teknisnya seperti apa.
“Satgas PHK, kami masih menunggu instruksi dari pusat,” terangnya.
Di tambahkan Dandim 0907/Trk, Letkol Inf Syaiful Arif mengatakan, TNI siap mengawal segala bentuk aspirasi yang disampaikan oleh teman-teman buruh.
Dalam hal ini, apabila masyarakat kedepannya akan melakukan aksi demo tetap harus melakukan pemberitahuan aksi ke Kepolisian, guna berjalannya aksi demo dengan baik, aman dan kondusif.
“Kami TNI dan POLRI bersinergi dalam menjaga keamanan dan kondusifitas di Kota Tarakan,” tegasnya.(*)









