NOTIFNEWS – Di tengah ketegangan geopolitik global akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Utara dipastikan tetap aman selama Ramadan hingga Idulfitri.
Hal tersebut disampaikan Sales Branch Manager Kaltimut 5 Fuel, Muhammad Noval Atiyah, yang menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan terminal BBM untuk memastikan pasokan tetap terjaga selama masa Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri.
“Untuk stok selama Satgas Idulfitri sudah kami pastikan aman karena sudah kami koordinasikan dengan Fuel Terminal Tarakan. Insyaallah sampai akhir bulan nanti, khususnya selama Ramadan dan Idulfitri, kondisi stok di wilayah Kalimantan Utara aman,” ujarnya.
Noval menjelaskan bahwa dinamika global, termasuk konflik yang terjadi di Timur Tengah, memang memberikan dampak terhadap harga minyak dunia. Kondisi tersebut berpengaruh terutama pada BBM non-subsidi yang harganya mengikuti mekanisme pasar.

“Memang kondisi yang terjadi di dunia saat ini mau tidak mau berdampak pada BBM, khususnya non-subsidi. Namun untuk saat ini kami belum menerima arahan apa pun terkait perubahan harga,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan terkait harga BBM, khususnya subsidi, merupakan kewenangan pemerintah pusat. Sementara untuk BBM non-subsidi, harga dapat berubah mengikuti dinamika pasar global.
Meski demikian, pihaknya memastikan suplai BBM ke wilayah Kalimantan Utara akan terus berjalan secara berkala melalui pengiriman kapal dari terminal distribusi.
“Kami tidak bisa menyebutkan total volume stok secara keseluruhan. Namun yang pasti sampai akhir bulan nanti akan terus ada suplai, sehingga tidak akan terjadi kekosongan stok,” jelasnya.
Distribusi BBM di wilayah Kaltara dilakukan melalui berbagai lembaga penyalur seperti SPBU dan Pertashop yang tersebar di sejumlah daerah.
Namun Noval mengakui bahwa distribusi ke beberapa wilayah perbatasan masih menghadapi tantangan, terutama daerah yang bergantung pada transportasi laut seperti Kabupaten Nunukan dan Malinau. Pengiriman ke wilayah tersebut umumnya menggunakan kapal SPOB yang kerap menghadapi kendala jarak, proses docking, hingga kondisi geografis.
“Kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan stakeholder, terutama untuk pengiriman ke wilayah yang menggunakan kapal SPOB seperti Nunukan dan Malinau. Kendalanya memang cukup banyak, mulai dari docking hingga jarak yang cukup jauh,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya tetap berupaya memaksimalkan distribusi agar pasokan BBM dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah perbatasan.
“Kami terus berjuang memastikan distribusi BBM sampai ke wilayah perbatasan. Untuk wilayah Kalimantan Utara, saya pastikan stok aman,” tegas Noval.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap kebutuhan BBM di setiap lembaga penyalur untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Lebaran.












