NOTIFNEWS – Rencana relokasi pedagang buah dari depan Lapangan Indoor Telaga Keramat di Jalan Sei Sesayap ke lahan di Jalan Gunung Keramat, Kota Tarakan, untuk sementara ditunda. Penundaan dilakukan menyusul masih adanya persoalan lahan serta kesiapan lokasi tujuan yang belum rampung, terlebih menjelang bulan Ramadan.
Ketua DPRD Tarakan, M. Yunus, mengatakan terdapat sejumlah kendala yang ditemukan saat kunjungan lapangan bersama Pemerintah Kota Tarakan. Salah satunya adanya klaim kepemilikan lahan di lokasi relokasi serta belum tersedianya anggaran pembangunan fasilitas pendukung.
“Yang pertama, ada keluhan pedagang buah terkait rencana relokasi ke tempat yang tadi kita kunjungi, ternyata masih ada bermasalah. Yang kedua, pemerintah menjanjikan akan membangun fasilitas di sana, tapi setelah kami tanyakan, anggarannya ternyata baru mau diusulkan,” ujar Yunus.

Ia menjelaskan, sebagian pedagang buah bersifat musiman, sehingga tidak seluruhnya menetap setiap hari. Berdasarkan data kelurahan, hanya sekitar lima pedagang yang berjualan secara tetap, sementara total pedagang musiman diperkirakan mencapai sekitar 50 orang.
“Pedagang buah ini kan musiman. Ada yang bilang kalau habis musim, mereka tidak jualan lagi. Jadi memang perlu diakomodasi ke tempat yang layak, tapi kita sambil menunggu lokasi di Kampung Empat siap, baru bisa direlokasi,” katanya.
Yunus menegaskan, relokasi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Selain masih menunggu kesiapan lokasi, pihaknya juga ingin memastikan tidak muncul persoalan baru di tengah masyarakat.
“Untuk sementara relokasi ditunda dulu. Bukan tidak jadi, tapi belum bisa karena ada masyarakat yang mengklaim kepemilikan tanah. Kita tunggu sampai lokasi di Kampung Empat bisa ditempati, apalagi ini mau menghadapi bulan puasa, jangan sampai ada hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.
Sambil menunggu kejelasan relokasi, DPRD meminta agar pedagang yang saat ini berjualan di tepi jalan melakukan penyesuaian dengan memundurkan lapak dari badan jalan agar tidak mengganggu pengguna jalan.
“Yang penting sekarang, yang ke badan jalan dimundurkan supaya tidak mengganggu lalu lintas. Soal deadline pemindahan, itu belum ada, kita tunggu perkembangan dari pemerintah,” tambah Yunus.
Di sisi lain, salah satu pedagang kaki lima, Milka, mengaku khawatir jika dipindahkan ke lokasi baru karena dinilai kurang ramai pembeli. Ia menyebut, sudah ada pedagang yang mencoba berjualan di dalam area relokasi, namun akhirnya kembali karena sepi.
“Katanya sudah pernah ada yang jualan di dalam, tapi sepi, jadi keluar lagi ke sini. Kalau di sini Alhamdulillah rame, karena strategis, orang Kampung Empat, Kampung Enam pasti lewat sini,” ungkap Milka.
Menurutnya, lokasi saat ini lebih mudah dijangkau pembeli karena berada di pinggir jalan. Ia berharap pemerintah mempertimbangkan kondisi tersebut sebelum melakukan relokasi.
“Kalau di dalam, orang kadang malas masuk. Di sini kan langsung terlihat. Mudah-mudahan pemerintah bisa lihat juga kondisi kami di lapangan,” pungkasnya.(VP)









