NOTIFNEWS – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara mencatat digitalisasi pembayaran di sektor kepelabuhanan terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, sebanyak 64 persen retribusi pelabuhan di Kalimantan Utara telah dibayarkan secara non tunai melalui QRIS, sementara 36 persen lainnya menggunakan mekanisme transfer maupun teller bank.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya komitmen pemerintah daerah dalam mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD), khususnya pada sektor pelayanan publik.
“Digitalisasi retribusi kepelabuhanan di Kalimantan Utara menunjukkan outcome yang baik. Retribusi yang sebelumnya 100 persen dilakukan secara tunai, kini telah beralih menjadi 64 persen melalui QRIS dan 36 persen melalui transfer atau teller,” ujar Agus saat soft launching Pelabuhan Malinau SIAP QRIS, Selasa (21/7/2026).
Menurut Agus, implementasi pembayaran digital tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan retribusi daerah.
Ia menilai peningkatan penggunaan QRIS di kawasan pelabuhan menjadi bukti bahwa transformasi digital di sektor transportasi mulai diterima masyarakat dan pelaku usaha.
“Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah daerah semakin kuat dalam rangka mendukung sumber Pendapatan Asli Daerah, terutama dari sektor retribusi,” katanya.
Agus juga mengapresiasi sinergi Pemerintah Kabupaten Malinau, Dinas Perhubungan, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan yang terus mendukung perluasan penggunaan QRIS di kawasan pelabuhan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat transformasi digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Utara.












