NOTIFNEWS — Ajang tahunan Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2025 yang digelar oleh Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara kembali mencatatkan capaian gemilang. Selain menggerakkan sektor ekonomi kreatif, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan terhadap pelaku UMKM di daerah.
Selama rangkaian kegiatan yang dimulai sejak awal Oktober, penyaluran kredit perbankan untuk sektor UMKM tercatat mencapai Rp10,97 miliar, naik hampir lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp2,1 miliar.
Kepala Perwakilan BI Kaltara, Hasiando G. Manik, menyebut lonjakan tersebut menjadi bukti bahwa perbankan semakin yakin terhadap potensi UMKM Kaltara.
“Kenaikan ini menandakan bahwa sektor keuangan melihat prospek cerah dari UMKM di Kaltara. Mereka kini bukan hanya bertahan, tapi juga berkembang dan dipercaya untuk mengelola pembiayaan dalam skala lebih besar,” ujarnya.
Selain dari sisi pembiayaan, KKB 2025 juga mencatat total transaksi penjualan mencapai Rp4,5 miliar, terdiri atas Rp3,49 miliar dari omzet UMKM dan Rp1,01 miliar hasil business matching antara pelaku usaha dan pembeli. Angka tersebut menunjukkan geliat ekonomi daerah yang semakin kuat dan antusias masyarakat terhadap produk lokal.

“Melalui kegiatan seperti business matching dan pelatihan ekspor, kami ingin membantu UMKM naik kelas. Mereka tak hanya berjualan, tapi juga belajar mengakses pasar lebih luas dan mengelola usaha dengan pola yang lebih modern,” lanjut Hasiando.
KKB 2025 yang mengusung tema “UMKM Maju, Budaya Lestari, Ekonomi Tangguh” turut menghadirkan beragam kegiatan seperti seminar digitalisasi, layanan sertifikasi halal, serta festival kuliner dan budaya. Puncak acaranya di Tarakan Art & Convention Centre (TACC) berhasil menarik lebih dari 50 ribu pengunjung selama tiga hari.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara, Dr. (H.C.) Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., turut memberikan apresiasi atas keberhasilan KKB 2025. Ia menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam memperkuat perekonomian berbasis potensi lokal.
Menurutnya, kehadiran KKB setiap tahun menjadi wadah strategis bagi pelaku UMKM untuk belajar, berjejaring, sekaligus memperluas pasar.
“Karya Kreatif Benuanta bukan hanya pameran, tapi juga ruang pembelajaran dan kolaborasi. Di sini, UMKM kita belajar berinovasi, mengenal digitalisasi, hingga menembus pasar yang lebih luas,” kata Zainal.
Gubernur juga menegaskan bahwa sejak 2021, Pemerintah Provinsi Kaltara dan BI Kaltara telah menjalin kerja sama berkelanjutan untuk mengembangkan UMKM daerah.

“Kami berkomitmen memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari pelatihan, pembiayaan, hingga promosi produk. Harapannya, UMKM Kaltara bisa tampil di panggung nasional bahkan internasional,” tuturnya.
Ia menambahkan, ke depan pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi lintas sektor agar produk lokal Kalimantan Utara semakin dikenal luas.
“Kita ingin produk Kaltara tak hanya jadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu bersaing secara global,” pungkasnya.
Dengan capaian yang signifikan di berbagai sektor, Karya Kreatif Benuanta 2025 menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha mampu menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Kalimantan Utara.









