NOTIFNEWS – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan menyatakan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan lancar. Setelah seluruh tahapan penerimaan dan masa pengaduan selesai, hampir seluruh kuota sekolah negeri di jenjang SD dan SMP telah terpenuhi. Saat ini, hanya tersisa sekitar lima kursi yang belum terisi di beberapa sekolah dasar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha, mengatakan pada rekapitulasi awal masih terdapat 215 kuota kosong di jenjang SD dan 83 kuota kosong di jenjang SMP. Namun, setelah pengaduan masyarakat ditindaklanjuti, sebagian besar kuota tersebut berhasil terisi.
“Secara umum pelaksanaan SPMB tahun 2026 ini terlaksana dengan baik dan lancar. Setelah pengaduan kita tindak lanjuti, kuota-kuota yang sebelumnya masih kosong sebagian besar sudah terisi,” ujarnya.
Menurut Tamrin, seluruh kuota di jenjang SMP kini hampir sepenuhnya terpenuhi. Sementara di jenjang SD, hanya tersisa sekitar lima kursi yang tersebar di beberapa sekolah.
“Sekitar lima kursi saja yang masih kosong. SMP sudah hampir semuanya terpenuhi,” katanya.
Ia menjelaskan, kursi yang belum terisi tersebut berada di SD Negeri 14, SD Negeri 26, SD Negeri 36, dan SD Negeri 37. Kondisi itu terjadi karena jumlah pendaftar di sekolah-sekolah tersebut belum memenuhi daya tampung yang tersedia.
Tamrin menyebut sebagian orang tua masih cenderung memilih sekolah tertentu. Ketika tidak diterima di sekolah pilihannya, tidak sedikit yang enggan mengalihkan pilihan ke sekolah lain yang masih memiliki kuota.
“Ada yang hanya memilih satu, dua, atau tiga sekolah. Begitu tidak terakomodasi, mereka tidak mau mengisi sekolah yang masih kosong. Ada juga yang akhirnya memilih sekolah swasta atau mempertimbangkan faktor jarak,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses belajar mengajar tahun ajaran baru telah dimulai sehingga tahapan SPMB secara resmi telah berakhir. Meski demikian, Disdik Tarakan akan tetap melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB sebagai bahan perbaikan pada tahun mendatang.
Tamrin berharap seluruh anak usia sekolah di Kota Tarakan tetap memperoleh akses pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Yang penting anak-anak yang sudah masuk usia sekolah tetap bisa bersekolah. Harapan kita angka partisipasi sekolah bisa terus meningkat,” pungkasnya.













