NOTIFNEWS – Bank Indonesia (BI) menegaskan rupiah bukan hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan, identitas, dan pemersatu bangsa. Karena itu, penggunaan rupiah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan negara.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Kepala Koordinator Wilayah Kalimantan, Haris Munandar, saat pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 Provinsi Kalimantan Utara di Dermaga Koarmada II Tarakan, Senin (14/7/2026).
Menurut Haris, rupiah memiliki nilai strategis karena lahir dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia dan menjadi salah satu simbol negara yang harus dijaga bersama.
“Rupiah bukan saja alat transaksi pembayaran, tetapi juga merupakan identitas dan alat pemersatu bangsa. Rupiah lahir dari perjuangan bangsa dan menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Sebagai simbol kedaulatan negara, rupiah turut menjaga keutuhan wilayah NKRI,” ujarnya.
Ia menjelaskan, menjaga eksistensi rupiah tidak hanya dilakukan melalui penyediaan uang layak edar, tetapi juga dengan memastikan masyarakat menggunakan rupiah dalam setiap transaksi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah perbatasan dan kepulauan.
Menurutnya, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga kedaulatan rupiah. Selain kondisi geografis, masih terdapat potensi penggunaan mata uang selain rupiah di sejumlah wilayah perbatasan yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Kondisi tersebut memiliki risiko strategis dari sisi ketahanan nasional maupun keutuhan bangsa dan negara. Karena itu, keberadaan rupiah harus terus diperkuat di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.
Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Bank Indonesia tidak hanya menghadirkan layanan penukaran uang layak edar, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Edukasi tersebut mencakup cara mengenali keaslian uang rupiah serta pentingnya memperlakukan uang dengan baik agar tetap layak edar.
Selain menyasar masyarakat umum, kegiatan edukasi juga diberikan kepada pelajar di pulau-pulau yang dikunjungi. Harapannya, pemahaman mengenai rupiah sebagai simbol negara dapat ditanamkan sejak usia dini.
Haris menambahkan, sinergi dengan TNI Angkatan Laut menjadi bagian penting dalam menjangkau wilayah-wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sehingga masyarakat di daerah perbatasan tetap memperoleh layanan Bank Indonesia sekaligus memperkuat penggunaan rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia.
“Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga simbol kedaulatan bangsa yang harus dijaga bersama,” pungkasnya.









