NOTIFNEWS — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menargetkan Bandara Juwata Tarakan menjadi pusat atau hub ekspor di wilayah perbatasan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov Kaltara akan segera menggelar pertemuan lintas instansi guna menyelesaikan berbagai hambatan yang masih dihadapi para eksportir.
Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Hubungan Antar Lembaga Setda Kaltara, Ir. Wahyuni Nuzband, mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT), Bea Cukai, Dinas Perikanan, serta instansi terkait lainnya dalam mendorong ekspor melalui Bandara Juwata.
“Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Balai Karantina, Bea Cukai, dan Dinas Perikanan yang telah melakukan terobosan untuk mendukung ekspor melalui Bandara Juwata,” ujarnya.
Menurut Wahyuni, dalam diskusi bersama para pelaku usaha masih ditemukan sejumlah kendala yang berkaitan dengan kelengkapan dokumen ekspor. Masukan tersebut akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut bersama seluruh instansi terkait.
“Dalam perjalanannya tadi ada beberapa permasalahan yang disampaikan eksportir terkait dokumen yang harus mereka lengkapi. Itu akan menjadi bahan kita untuk pembahasan selanjutnya,” katanya.
Meski demikian, Pemprov Kaltara menegaskan bahwa aspek keamanan dan mutu produk ekspor tetap harus menjadi prioritas. Karena itu, seluruh dokumen yang diwajibkan oleh regulasi tetap harus dipenuhi oleh para pelaku usaha.
“Kami mendukung keamanan dan mutu pangan. Jadi apabila ada dokumen yang memang diwajibkan seperti SKP dan lainnya, kami minta kepada pelaku usaha untuk melengkapinya,” tegas Wahyuni.
Ia menilai diperlukan sinkronisasi dan harmonisasi antarinstansi agar proses ekspor dapat berjalan lebih efektif tanpa mengurangi aspek pengawasan dan kualitas produk.
“Kami berharap ada sinkronisasi dan harmonisasi dari beberapa stakeholder yang terlibat dalam kegiatan ekspor ini sehingga ekspor Kalimantan Utara tetap kompetitif,” ujarnya.
Menurut Wahyuni, penguatan infrastruktur dan logistik ekspor menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah sesuai arahan Gubernur Kalimantan Utara. Karena itu, Bandara Juwata diharapkan dapat berkembang menjadi pintu utama ekspor bagi komoditas unggulan daerah.
“Harapan Bapak Gubernur, Bandara Juwata menjadi hub ekspor kita dan menjadi unggulan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Kaltara akan segera menggelar forum lanjutan bersama perangkat daerah dan instansi terkait untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang disampaikan pelaku usaha.
“Besok kami laporkan ke pimpinan. Mudah-mudahan hari Senin atau Selasa sudah bisa dilaksanakan pertemuan lanjutan agar solusi yang ada dapat segera dimatangkan,” pungkasnya.












