NOTIFNEWS – Upaya Bank Indonesia meningkatkan efisiensi sistem pembayaran kembali menunjukkan hasil nyata dengan diperkenalkannya QRIS Tap, teknologi transaksi berbasis NFC yang mulai diterapkan di Grand Tarakan Mall (GTM) dan Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. Inovasi ini memungkinkan proses pembayaran berlangsung kurang dari satu detik tanpa perlu memindai QR secara manual.
Peluncuran QRIS Tap sekaligus penetapan Pelabuhan Tengkayu I sebagai kawasan SIAP QRIS digelar Kamis (11/12/2025). Langkah ini menjadi strategi Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara untuk memperluas ekosistem pembayaran digital di sektor perdagangan dan transportasi.
Deputi Kepala KPwBI Kaltara, Wesky Putra Pratama, menjelaskan bahwa penerapan QRIS Tap merupakan bagian dari program digitalisasi layanan publik dan transportasi untuk menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih cepat dan efisien bagi masyarakat. Proses pembayaran melalui NFC disebut hanya membutuhkan sekitar 0,3 detik, cukup dengan mendekatkan ponsel ke perangkat merchant.
Wesky menegaskan bahwa edukasi dan pembiasaan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas adopsi QRIS Tap. Sosialisasi akan terus dilakukan, termasuk di kawasan pelabuhan, agar pengguna memahami proses transaksi yang dinilai mudah, aman, dan nyaman.
Ia menerangkan bahwa penetapan Pelabuhan Tengkayu I sebagai lokasi SIAP QRIS merupakan kelanjutan dari program DigiPort yang diinisiasi Dinas Perhubungan Kaltara dan didukung Bank Indonesia. Pelabuhan tersebut dipilih sebagai pilot project karena memiliki trafik penumpang tertinggi. Jika implementasinya berhasil, digitalisasi serupa akan direplikasi ke pelabuhan lainnya.
Bank Indonesia juga telah membuka penjajakan digitalisasi untuk wilayah Tanjung Selor, yang direncanakan mulai diterapkan pada tahun depan.
Sementara itu, QRIS Tap saat ini baru dapat digunakan oleh perangkat Android, sementara kompatibilitas untuk iOS masih menunggu penyelesaian proses teknis di tingkat pusat.
Sejalan dengan peluncuran teknologi ini, Pelabuhan Tengkayu I mulai diarahkan untuk menerapkan transaksi non-tunai pada pembelian tiket speedboat dan layanan operasional pelabuhan sebagai bagian dari kawasan SIAP QRIS.
Acara peluncuran turut dihadiri Sekda Kota Tarakan Jamaluddin, Kepala Dishub Kaltara Idham Chalid, pihak perbankan, pengelola GTM, serta pelaku usaha transportasi laut. Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan percepatan transformasi digital di Kalimantan Utara yang dipimpin oleh Bank Indonesia.
Bank Indonesia memastikan implementasi QRIS Tap dan pengembangan kawasan SIAP QRIS akan terus diperluas untuk meningkatkan kenyamanan transaksi dan efisiensi layanan publik di wilayah tersebut.












