NOTIFNEWS – Dinas Perhubungan Kalimantan Utara bersama Pemerintah Kota Tarakan terus memperkuat digitalisasi layanan publik dengan penerapan sistem pembayaran non-tunai di Pelabuhan Tengkayu I dan pusat perbelanjaan. Langkah ini dinilai menjadi bagian penting untuk meningkatkan efisiensi layanan dan kenyamanan masyarakat.
Penerapan pembayaran digital ditandai dengan dimulainya penggunaan QRIS Tap di Grand Tarakan Mall serta penetapan Pelabuhan Tengkayu I sebagai kawasan SIAP QRIS yang diluncurkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltara . Inovasi ini memperluas digitalisasi tidak hanya di sektor perdagangan, tetapi juga layanan transportasi laut yang menjadi salah satu mobilitas utama warga Tarakan.
Kepala Dinas Perhubungan Kaltara, Idham Chalid, menyebut pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan kepelabuhanan yang lebih modern dan efisien.
“Pembayaran retribusi dan tiket speedboat di Pelabuhan Tengkayu I kini sudah bisa dilakukan melalui QRIS. Ini bagian dari upaya kami mempercepat layanan dan meningkatkan akurasi pencatatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, delapan agen pelayaran di Pelabuhan Tengkayu I telah menggunakan sistem pembayaran digital tersebut. Menurutnya, digitalisasi ini membuka jalan untuk memperkuat transparansi dan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Transaksi digital ini juga membuat pengelolaan keuangan lebih transparan dan aman. Ke depan, kami ingin sistem ini diterapkan di pelabuhan-pelabuhan lain di Kaltara,” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Tarakan menyambut positif langkah digitalisasi yang diperluas hingga layanan transportasi laut. Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Jamaluddin, menilai sistem pembayaran digital sudah menjadi kebutuhan dalam pelayanan publik masa kini.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Sistem ini memudahkan pengguna jasa dan mempercepat proses pelayanan,” tutur Jamaluddin.
Ia menambahkan bahwa Pemkot Tarakan mendukung penuh penerapan transaksi non-tunai sebagai bagian dari penguatan konsep Kota Cerdas.
“Kami ingin seluruh layanan publik semakin mudah diakses, efisien, dan aman. Digitalisasi seperti ini menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkannya,” jelasnya.
Seiring dengan perluasan implementasi, Pelabuhan Tengkayu I mulai diarahkan untuk mengadopsi transaksi non-tunai sepenuhnya dalam pembelian tiket speedboat reguler dan layanan operasional lainnya. Edukasi kepada masyarakat terus dilakukan untuk memastikan pengguna memahami mekanisme pembayaran digital tersebut.
Digitalisasi juga mulai diterapkan di Grand Tarakan Mall melalui layanan QRIS Tap, sebuah teknologi berbasis Near Field Communication (NFC) yang memungkinkan proses pembayaran berlangsung kurang dari satu detik tanpa perlu memindai QR secara manual. Kehadiran sistem ini memberikan alternatif pembayaran yang lebih cepat dan praktis bagi pengunjung.
Pemerintah daerah memastikan perluasan digitalisasi layanan publik akan terus dilakukan di berbagai sektor untuk meningkatkan kualitas layanan, keamanan transaksi, serta memperkuat transformasi ekonomi digital di Tarakan dan Kalimantan Utara.













