NOTIFNEWS – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) mengimbau jamaah umrah Indonesia yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara waktu menyusul dinamika konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kawasan Arab Saudi, termasuk Makkah dan Madinah.
Imbauan tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebagai langkah antisipatif demi memastikan keamanan dan kenyamanan jamaah.
“Kami menghimbau kepada seluruh jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara sampai kondusivitas benar-benar terjaga di Timur Tengah,” ujarnya.
Kemenhaj menyatakan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI untuk memantau perkembangan situasi, baik terhadap jamaah yang sedang berada di Tanah Suci maupun yang akan berangkat.
Bagi jamaah yang saat ini tengah menunaikan ibadah di Makkah dan Madinah, Kemenhaj meminta agar terus berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji, Konsulat Jenderal RI di Jeddah, serta perwakilan resmi pemerintah Indonesia di Arab Saudi.
Pemerintah juga memastikan perlindungan terhadap jamaah tetap menjadi prioritas. Maskapai penerbangan disebut telah berkomitmen menyediakan akomodasi sementara apabila terjadi penundaan penerbangan, serta perpanjangan visa akan difasilitasi oleh Pemerintah Arab Saudi jika masa berlaku telah habis.
Selain itu, Kemenhaj meminta keluarga jamaah di Tanah Air tetap tenang karena pemerintah terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi di lapangan.
Sementara itu, terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 atau 1447 Hijriah, Kemenhaj menegaskan hingga saat ini belum terdapat dampak signifikan terhadap proses perencanaan dan persiapan.
“Persiapan penyelenggaraan haji 2026 berjalan sebagaimana mestinya sesuai rencana dan belum ada dampak signifikan,” kata Dahnil.
Kemenhaj berharap konflik di Timur Tengah dapat segera mereda sehingga seluruh rangkaian ibadah umrah dan haji berjalan lancar dan jamaah dapat beribadah dengan khusyuk.












