NUNUKAN, NOTIFNEWS — Seluruh personel Polres Nunukan dinyatakan bebas dari penyalahgunaan narkoba setelah menjalani tes urin dalam kegiatan pengawasan dan pembinaan yang digelar Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalimantan Utara pada Jumat (3/10/2025).
Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya Propam untuk memastikan disiplin, profesionalisme, serta integritas anggota Polri tetap terjaga dalam melaksanakan tugas di lapangan.
Kegiatan diawali pukul 08.00 Wita dengan apel pagi di Mako Polres Nunukan. Kabidpropam Polda Kaltara memimpin langsung apel sekaligus mengecek kekuatan personel dan memberikan arahan agar anggota senantiasa menghindari pelanggaran pidana, disiplin, maupun kode etik profesi.
Usai apel, Propam melaksanakan pembinaan etika profesi (Binetika) pada pukul 09.00 Wita. Dalam kegiatan ini, anggota Polri diingatkan kembali mengenai kewajiban dan larangan sesuai kode etik profesi serta pentingnya menjaga marwah institusi di tengah masyarakat.
Pukul 09.30 Wita, pemeriksaan urin dilakukan terhadap 120 personel Polres Nunukan. Hasilnya seluruh personel dinyatakan negatif dan bebas dari narkoba. Tes ini menjadi bagian dari langkah preventif guna mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian.
Sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat, tim Propam juga melakukan kunjungan langsung ke rumah pelapor bernama Hj. Ramli di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan.
Kunjungan ini dimaksudkan untuk mendengarkan secara langsung keluhan masyarakat terkait anggota Polri sekaligus mempercepat tindak lanjut penanganan laporan.
Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol. Budi Rachmat, S.I.K., M.Si., menegaskan kegiatan pengawasan dan pembinaan yang dilakukan Propam merupakan wujud komitmen Polri dalam menjaga kepercayaan publik.
“Propam hadir bukan hanya melakukan penindakan, tetapi juga melakukan pencegahan. Tes urin ini menunjukkan keseriusan kami untuk memastikan anggota Polri di Kaltara benar-benar bersih dari narkoba,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan keluhan juga menjadi bagian penting dalam pembinaan anggota Polri.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk menerima masukan dan laporan masyarakat. Setiap aduan akan ditindaklanjuti secara profesional agar kepercayaan publik terhadap Polri terus meningkat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Polri berharap soliditas dan integritas personel di wilayah perbatasan tetap terjaga.
“Kami pastikan setiap anggota bekerja dengan penuh dedikasi, menjunjung tinggi etika profesi, dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” pungkas Budi. (*)









