NOTIFNEWS – Dari data yang tercatat di Pusat Data Nasional (Pusdatin) kurang lebih ada 3.700 anak di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) masuk kategori Anak Tidak Sekolah (ATS).
Menindaklanjuti persoalan Anak Tidak Sekolah ini, pemerintah setempat (Pemkot Tarakan) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) di Aula Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan, Kamis (5/6/2025).
Bimtek yang dihadiri Wali Kota Tarakan, Khairul, juga melibatkan kepala.sekolah tingkat SD dan SMP serta operator kelurahan se-Tarakan guna verifikasi data ATS.
Khairul mengatakan, maksud dari verifikasi data tersebut dilakukan untuk memastikan alasan anak-anak tidak bersekolah.
“Hari ini kita mau cek ini satu-satu, kita minta bantuan dari seluruh kelurahan sebagai leading sektornya dinas pendidikan,” katanya.
“Nanti dari pemetaan itu kita akan melakukan langkah-langkah apa saja yang mau diambil,” imbuhnya.
Selain itu, Khairul juga menjelaskan, jika pendataan ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah anak-anak yang terdata masih tinggal di Tarakan atau telah pindah ke daerah lain.
“Itu juga perlu nanti didalami dari hasil data yang diperoleh dari para verifikator lapangan,” jelasnya.
Berdasarkan data Pusdatin, sebanyak 1.986 anak belum pernah mengenyam pendidikan, 1.093 anak mengalami putus sekolah, dan 654 anak tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Disisi lain, Wali Kota menuturkan, Pemkot Tarakan pun merancang sejumlah langkah penanganan untuk ATS. Seperti mengarahkan anak-anak mengikuti Sekolah Rakyat, Program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), serta program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.(*)












