NOTIFNEWS – Bawaslu Kota Tarakan bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tarakan menggelar Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi ke-4 Tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Tarakan. Kegiatan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya nilai-nilai demokrasi ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., di Gedung Serbaguna Pemkot Tarakan, Selasa (4/11/2025).
Kompetisi tahunan tersebut mengangkat tema “Suara Pelajar Menyongsong Pemilu Mendatang”, sebagai bentuk partisipasi pelajar dalam memahami dan mengamalkan nilai demokrasi di tengah kehidupan masyarakat, terutama menjelang Pilkada Serentak Tahun 2025.
Wali Kota Khairul menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar adu argumentasi, melainkan sarana pembelajaran bagi pelajar untuk melatih kemampuan berpikir kritis, berlogika, dan menyampaikan pendapat secara santun serta bertanggung jawab. Ia menyampaikan, melalui debat, pelajar dapat memahami bahwa demokrasi tidak hanya tentang hak memilih, tetapi juga tentang tanggung jawab menjaga kebebasan berpendapat dengan cara yang beretika.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti pentingnya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Ia mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi Pilkada 2024 di Tarakan mencapai 61,21 persen dari total 172.962 pemilih, sementara partisipasi pada Pemilu 2024 meningkat menjadi 78,43 persen dari 169.702 pemilih.

“Semakin tinggi partisipasi warga, semakin kuat legitimasi hasil pemilu dan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Khairul menyebut kegiatan ini sejalan dengan misi Pemerintah Kota Tarakan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, cerdas, dan berdaya saing. Ia menilai generasi muda yang memahami nilai demokrasi akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah.
Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada Bawaslu dan Kesbangpol Kota Tarakan yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan edukatif ini. Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan agar semakin banyak pelajar yang berani berpikir terbuka dan mampu menyalurkan pendapatnya dengan cara yang konstruktif.
“Melalui debat, para pelajar belajar berbicara dengan logika dan mendengar dengan empati. Ini adalah bagian dari proses membangun karakter demokratis yang kita butuhkan di masa depan,” tutup Khairul.
Kompetisi Debat Demokrasi ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda Tarakan yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kesadaran politik, kepedulian sosial, dan tanggung jawab sebagai warga negara dalam mewujudkan demokrasi yang sehat dan berkeadaban. (ADV)













