NOTIFNEWS – Rencana pemindahan sekaligus pembangunan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tarakan yang baru, di Kawasan Siap Bangun (Kasiba) Juata Laut, Tarakan Utara, menuai perhatian publik.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Tarakan, Muhammad Yunus, akhirnya buka suara. Ia menegaskan, rencana tersebut bukan hal baru. Lantaran gagasan pemindahan pusat pemerintahan sudah dirancang sejak lama, bahkan sejak era kepemimpinan Wali Kota Tarakan terdahulu (dr. Yusuf SK).
“Ini sebenarnya sudah lama direncanakan, sejak zaman Pak Yusuf SK. Jadi bukan tiba-tiba muncul sekarang,” katanya.
Muhammad Yunus lebih jauh menjelaskan, pembangunan pusat pemerintahan baru merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas sekaligus meratakan pembangunan di Kota Tarakan.
Selama ini, aktivitas pemerintahan dan ekonomi dinilai masih terpusat di wilayah Tarakan Tengah dan Tarakan Barat.
“Makanya perlu ada pengembangan ke wilayah utara supaya tidak terjadi ketimpangan,” jelasnya.
Terkait pro dan kontra yang muncul di masyarakat, Yunus menilai hal tersebut wajar dalam setiap kebijakan pembangunan, apalagi proyek berskala besar.
“Perbedaan pendapat itu biasa. Tapi pemerintah tentu sudah melakukan perhitungan, terutama dari sisi anggaran,” katanya.
Lebih lanjut, Muhammad Yunus meneraangkan, proyek pembangunan pusat pemerintahan baru akan menggunakan skema pembiayaan multiyears atau tahun jamak.
Dengan skema ini, diharapkan anggaran akan digelontorkan secara bertahap sesuai progres pekerjaan.
“Ini yang belum banyak diketahui masyarakat, pembayarannya per tahun. Rencananya sampai 2030,” terangnya.
Sejauh ini rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan menunggu persetujuan dari pemerintah pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Politisi Partai Gerindra ini optimistis pembangunan pusat pemerintahan baru akan memberikan dampak positif, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Tarakan Utara.
“Kalau pusat pemerintahan pindah ke sana, otomatis akan diikuti pertumbuhan perumahan, jasa, dan aktivitas ekonomi lainnya,” ucapnya.
Selain itu, kawasan tersebut juga dinilai strategis karena berdekatan dengan rencana pengembangan industri di Tarakan. Yunus menyebut, ke depan kawasan Juata Laut berpotensi menjadi pusat pertumbuhan baru.
“Jadi bukan hanya soal pemerintahan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)












