NOTIFNEWS – Pihak Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Tarakan akhirnya angkat bicara terkait hilangnya uang senilai Rp575 juta dari rekening salah satu nasabahnya atas nama Iskandar.
Kepala BNI Tarakan, Ruliansyah mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan meneruskannya ke kantor BNI pusat untuk segera ditindaklanjuti.
“Sudah kami teruskan ke BNI Customer Care dan sedang ditindaklanjuti. Untuk mengupdate responnya itu nanti akan kami sampaikan ke yang bersangkutan langsung,” ujar Ruliansyah, Senin (05/05/2025).
Lebih lanjut, Ruliansyah menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil analisis dan verifikasi transaksi dari kantor pusat. Setelah menerima laporan lengkap, BNI Tarakan akan segera menghubungi Iskandar.
Salah satu kejanggalan yang didalami Iskandar adalah bagaimana transaksi bisa terjadi dan melampaui batas limit. Pihak bank menduga hal ini terjadi karena adanya peretasan pada perangkat seluler (handphone) milik nasabah.
“Untuk dugaan transaksi bahwa device yang di-hacker ini kan handphone-nya nasabah. Kami sendiri sedang melaporkan hal itu, kenapa hal ini bisa terjadi dan kami sedang tunggu respons laporannya dari kantor pusat,” jelasnya.
Data penerima uang dari transaksi mencurigakan tersebut juga menjadi bagian dari proses penyelidikan yang dilakukan kantor pusat. Pihak BNI berkomitmen akan menyampaikan hasil investigasi kepada nasabah begitu data dan analisis dari kantor pusat selesai.
Terkait jangka waktu penyelesaian pengaduan, ia menyebut standar hari kerja adalah 20 hari, namun pihak bank akan berupaya mendorong agar proses investigasi dan penyelesaian bisa lebih cepat.(*)












