NOTIFNEWS – Dinas Pendidikan Kota Tarakan terus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang positif melalui penguatan Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Tim Pengimbasan Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha, pada Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Inovasi Pendidikan tersebut bertujuan memperkuat implementasi budaya positif di lingkungan sekolah agar tercipta suasana belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik.
Rapat koordinasi diikuti guru, dosen, tenaga pendidik, serta tim yang terlibat dalam program pengimbasan budaya sekolah. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan terkait strategi pelaksanaan program, pola pendampingan, hingga evaluasi penerapan budaya sekolah di masing-masing satuan pendidikan.
Dalam sambutannya, Tamrin Toha menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar, berkembang, dan berprestasi. Karena itu, program budaya sekolah aman dan nyaman perlu terus diperkuat dan diimbaskan ke seluruh satuan pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, budaya sekolah yang positif akan memberikan dampak besar terhadap kualitas pembelajaran sekaligus menciptakan rasa nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Ia menilai lingkungan pendidikan yang sehat dan kondusif merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Pada kesempatan tersebut, Tim Inovasi Pendidikan juga memaparkan berbagai praktik baik yang telah diterapkan di sejumlah sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang tertib, bersih, nyaman, serta bebas dari perundungan.
Berbagai strategi penguatan budaya positif turut dibahas dalam rapat koordinasi, mulai dari peningkatan keterlibatan warga sekolah hingga penguatan nilai-nilai karakter dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari.
Tamrin menegaskan, keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen pendidikan agar budaya positif dapat tumbuh dan mengakar di lingkungan sekolah.
“Budaya sekolah yang aman dan nyaman tidak bisa dibangun oleh sekolah saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari guru, orang tua, peserta didik hingga masyarakat agar lingkungan pendidikan benar-benar menjadi ruang yang positif bagi tumbuh kembang anak,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kota Tarakan berharap seluruh satuan pendidikan dapat semakin aktif menerapkan Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman secara berkelanjutan.
Program tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, serta memberikan ruang yang aman bagi peserta didik untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi. (*)












