NOTIFNEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) meresmikan gedung baru Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Tarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pelayanan pajak kendaraan bermotor yang berkontribusi langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Peresmian gedung tersebut berlangsung pada Senin (19/1/2026) dan menjadi langkah strategis Pemprov Kaltara dalam meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi kendaraan seiring meningkatnya jumlah wajib pajak dan kompleksitas layanan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kaltara, Dr. Tomy Labo, menyampaikan bahwa keberadaan gedung baru Samsat Tarakan diharapkan mampu mendukung optimalisasi penerimaan daerah melalui pelayanan yang lebih tertib, terintegrasi, dan efisien.
Menurutnya, Samsat memiliki peran penting dalam menghimpun berbagai sumber penerimaan, mulai dari Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor sebagai PAD, hingga Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Pelayanan semakin kompleks dan volume administrasi juga meningkat. Gedung baru ini menjadi salah satu kebutuhan untuk mendukung kinerja pelayanan agar berjalan lebih optimal dan tertata,” ujarnya.
Selain mendukung optimalisasi pendapatan, gedung baru Samsat Tarakan juga dirancang untuk memperkuat kolaborasi lintas instansi. Samsat merupakan kantor bersama yang melibatkan Badan Pendapatan Daerah, Kepolisian melalui Direktorat Lalu Lintas Polri, serta PT Jasa Raharja dalam satu sistem pelayanan.
Sementara itu, Kepala UPT Kantor Bersama Samsat Tarakan, Irawan, menyebut pembangunan gedung baru tersebut telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu dan baru dapat direalisasikan pada tahun 2025.
Ia menjelaskan, gedung baru ini dilengkapi dengan ruang pelayanan yang lebih representatif, gudang penyimpanan arsip administrasi, serta fasilitas pendukung lainnya guna menunjang kelancaran kerja pegawai dan pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan bangunan yang lebih memadai, diharapkan pelayanan kepada wajib pajak bisa lebih cepat, nyaman, dan tertib administrasi,” ungkapnya.
Gedung Samsat Tarakan dibangun dengan fondasi Dwi Konstruksi Sarang Laba-Laba (DKSSL) yang dikenal kuat dan stabil. Proses pembangunan berlangsung sekitar empat hingga hampir lima bulan, dimulai sejak pertengahan Juli hingga akhir 2025.
Saat ini, pelayanan pajak kendaraan bermotor tahunan dan lima tahunan telah dilayani di gedung baru. Sementara layanan cek fisik kendaraan masih dilakukan di gedung lama karena sejumlah fasilitas pendukung belum sepenuhnya tersedia dan ditargetkan rampung pada 2026.
Melalui pengoperasian gedung baru Samsat Tarakan, Pemprov Kaltara berharap kualitas pelayanan publik semakin meningkat dan berdampak langsung pada optimalisasi pendapatan daerah.












