NOTIFNEWS – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan melakukan penyesuaian wilayah domisili pada sejumlah sekolah dasar dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh calon siswa tetap dapat terakomodasi meski terjadi perubahan daya tampung di beberapa sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha, menjelaskan penyesuaian wilayah domisili dilakukan karena terdapat sekolah yang mengalami perubahan jumlah rombongan belajar (rombel) dibanding tahun sebelumnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Disdik harus mengatur kembali wilayah penerimaan agar calon peserta didik tidak kehilangan akses untuk bersekolah.
“Ada sekolah yang sebelumnya bisa menerima dua rombel, tahun ini hanya satu rombel. Karena itu kami melakukan penyesuaian wilayah domisili agar anak-anak tetap bisa tertampung di sekolah terdekat yang masih memiliki kapasitas,” ujarnya saat diwawancarai belum lama ini.
Tamrin mencontohkan wilayah Kampung Satu Skip yang sebelumnya masuk dalam cakupan sekolah tertentu, kini juga diarahkan ke SD Utama 2 sebagai bagian dari penyesuaian domisili.
Langkah tersebut diambil setelah mempertimbangkan kapasitas sekolah yang masih tersedia sehingga dapat menampung calon siswa dari wilayah sekitar.
“Tujuannya supaya anak-anak tetap mendapatkan sekolah. Kalau ada sekolah yang kapasitasnya terbatas, maka wilayah domisilinya bisa disesuaikan ke sekolah lain yang masih mampu menerima peserta didik,” katanya.
Ia menegaskan kebijakan tersebut bukan untuk membatasi pilihan masyarakat, melainkan memastikan pemerataan daya tampung sekolah negeri di Kota Tarakan.
Disdik juga memastikan seluruh perubahan wilayah domisili telah dimasukkan dalam sistem SPMB sehingga masyarakat dapat melihat informasi secara terbuka melalui situs resmi yang telah disediakan.
Tamrin berharap masyarakat memahami bahwa penyesuaian wilayah domisili merupakan bagian dari upaya pemerintah menjamin seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan.
“Kami ingin semua anak bisa bersekolah dan tidak ada yang tertinggal hanya karena persoalan daya tampung sekolah,” pungkasnya. (*)













