NOTIFNEWS – Bantuan mesin pengolah sampah plastik menjadi paving block di Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, hingga kini belum dapat dioperasikan secara optimal. Kendala utama masih terletak pada kesiapan sumber daya manusia serta kebutuhan daya listrik yang belum memadai.
Lurah Karang Harapan, Eva Julita Panjaitan, mengatakan mesin tersebut merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah berbasis daur ulang di wilayahnya.
Namun, hingga saat ini alat tersebut belum dapat difungsikan karena belum ada kelompok pengelola yang benar-benar siap menjalankan operasional secara berkelanjutan.
“Kami memang sudah menerima bantuan mesin paving dari DLH, tapi sampai sekarang belum bisa digunakan secara maksimal,” ujarnya.
Eva menjelaskan, pihak kelurahan sebenarnya telah berupaya menyiapkan langkah awal, termasuk rencana pembentukan kelompok pengelola sampah yang akan bertanggung jawab atas operasional mesin tersebut.
Namun, proses tersebut masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut agar pengelolaan dapat berjalan sesuai harapan.
Selain faktor SDM, kebutuhan daya listrik yang cukup besar juga menjadi salah satu kendala teknis dalam pengoperasian mesin tersebut.
“Kendalanya juga di listrik, karena beban mesin ini cukup besar sehingga perlu penyesuaian,” katanya.
Eva menambahkan, pihaknya berencana menggandeng mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan untuk membantu mengaktifkan dan mengembangkan program pengolahan sampah tersebut.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat mempercepat proses edukasi sekaligus pembentukan sistem kerja pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Ia berharap ke depan mesin tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat produksi, tetapi juga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai jual dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Harapannya nanti bisa diaktifkan, dikelola, dan bahkan dipasarkan hasilnya,” pungkasnya. (*)













