NOTIFNEWS – Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan menyiapkan operator di setiap sekolah untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Jumlah operator disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah, terutama sekolah yang diperkirakan menerima pendaftar dalam jumlah besar.
Kepala Dinas Pendidikan Tarakan, Tamrin Toha, mengatakan tidak ada ketentuan baku mengenai jumlah operator yang harus disiapkan setiap sekolah. Kebijakan tersebut diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan dengan mempertimbangkan jumlah calon peserta didik yang akan dilayani.
Menurutnya, sekolah yang memiliki jumlah pendaftar lebih banyak biasanya akan menyiapkan lebih dari satu operator agar proses pendaftaran dan verifikasi data dapat berlangsung lebih cepat.
“Di sekolah itu ada operator. Saya tidak tahu kalau sampai ada dua atau tiga, mungkin untuk mempermudah dan mempercepat. Yang jelas sekolah-sekolah yang ramai biasanya memang operatornya lebih banyak,” ujarnya.
Tamrin menjelaskan, jalur domisili diperkirakan kembali menjadi jalur dengan jumlah pendaftar terbanyak pada pelaksanaan SPMB tahun ini. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan sekolah dalam menyesuaikan jumlah petugas yang memberikan pelayanan.
Sementara itu, jumlah pendaftar pada jalur mutasi maupun jalur afirmasi diperkirakan tidak sebanyak jalur domisili karena kuota kedua jalur tersebut lebih terbatas dibanding jalur lainnya.
Selain menerima berkas pendaftaran, operator sekolah juga bertugas membantu proses verifikasi data calon peserta didik serta memastikan dokumen yang dipersyaratkan telah sesuai sebelum diproses dalam sistem.
Tamrin menambahkan, keberadaan operator menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan SPMB karena pada tahun ini proses pendaftaran masih dilakukan dengan pendampingan di sekolah.
“Yang paling banyak itu biasanya jalur domisili. Kalau jalur prestasi, jalur mutasi, itu tidak terlalu banyak. Mutasi hanya sekitar 5 persen,” pungkas Tamrin. (*)













