NOTIFNEWS – Bank Indonesia (BI) memperluas cakupan pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) pada 2026 dengan menargetkan layanan kas keliling di 97 pulau yang tersebar di 19 provinsi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat distribusi uang rupiah layak edar sekaligus menjaga kedaulatan mata uang nasional hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Kepala Koordinator Wilayah Kalimantan, Haris Munandar, mengatakan perluasan program dilakukan sebagai bentuk komitmen Bank Indonesia dalam memastikan seluruh masyarakat Indonesia memperoleh akses terhadap uang rupiah yang layak edar.
“Pada tahun 2026, Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut telah bersepakat memperluas jangkauan kas keliling. Kegiatan ini akan dilaksanakan di 19 provinsi dengan target menjangkau 97 pulau,” ujarnya saat pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Provinsi Kalimantan Utara di Dermaga Koarmada XIII Tarakan, Senin (14/7/2026).
Menurut Haris, Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang berlangsung di Kalimantan Utara merupakan kegiatan ke-12 dari rangkaian ekspedisi yang dilaksanakan secara nasional pada tahun ini. Selama 14 hingga 27 Juli 2026, tim ekspedisi akan mengunjungi Pulau Sebatik, Pulau Bunyu, Pulau Maratua, Teluk Sulaiman, dan Pulau Derawan menggunakan KRI Ajak-653.
Selain menghadirkan layanan penukaran uang layak edar, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi kepada masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Edukasi itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan, merawat, dan menghargai rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Haris menjelaskan, sinergi Bank Indonesia dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut terus diperkuat karena dinilai efektif menjangkau wilayah kepulauan yang sulit diakses melalui jalur transportasi reguler.
Ia mengungkapkan, sejak kerja sama tersebut dimulai pada 2012 hingga 2025, Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut telah melaksanakan 150 kali kegiatan kas keliling yang berhasil menjangkau 766 pulau di berbagai wilayah Indonesia.
“Alhamdulillah, masyarakat di wilayah 3T merasakan manfaat kegiatan ini. Selain memperoleh uang rupiah layak edar, mereka juga merasa mendapat perhatian melalui kehadiran Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut di daerahnya,” katanya.
Menurut Haris, kehadiran Ekspedisi Rupiah Berdaulat tidak hanya memastikan ketersediaan uang layak edar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia, terutama di wilayah kepulauan dan perbatasan yang memiliki tantangan geografis.
Melalui perluasan cakupan pada 2026, Bank Indonesia berharap semakin banyak masyarakat di wilayah 3T yang memperoleh akses layanan kas keliling, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.











