NOTIFNEWS – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan KRI Ajak-653 untuk mendukung pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Provinsi Kalimantan Utara. Kapal perang tersebut akan mengantarkan tim Bank Indonesia menjangkau lima pulau terluar guna mendistribusikan uang rupiah layak edar sekaligus memperkuat kedaulatan negara di wilayah perbatasan.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) XIII, Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji, mengatakan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadikan sinergi antarinstansi sangat penting dalam menjaga kedaulatan negara, termasuk memastikan rupiah tetap menjadi satu-satunya alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya, kerja sama antara Bank Indonesia dan TNI AL memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari sisi ekonomi maupun pertahanan.
“TNI Angkatan Laut sebagai garda terdepan memiliki tugas menjaga dan menegakkan kedaulatan NKRI. Di sinilah titik temu kerja sama antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut, yakni kesamaan dalam menjaga kedaulatan serta mendukung pembangunan nasional,” ujarnya saat pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Dermaga Koarmada II Tarakan, Senin (14/7/2026).

Ia menjelaskan, Bank Indonesia memiliki tugas memenuhi kebutuhan uang rupiah layak edar di seluruh wilayah Indonesia, sedangkan TNI AL didukung armada yang mampu menjangkau daerah kepulauan dan perairan yang sulit diakses melalui jalur darat.
“Kami memiliki sarana untuk menjangkau wilayah perairan Indonesia sehingga mata uang rupiah tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” katanya.
Dalam ekspedisi tahun ini, TNI AL mengerahkan KRI Ajak-653 yang merupakan kapal cepat torpedo di jajaran Satuan Kapal Cepat Koarmada II. Kapal tersebut dinilai memiliki kemampuan dan stabilitas yang memadai untuk mendukung distribusi uang rupiah ke wilayah kepulauan.
“KRI Ajak-653 merupakan salah satu ujung tombak TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan laut, termasuk di kawasan Ambalat dan sekitarnya. Kapal ini memiliki stabilitas yang sangat baik untuk mendukung pelaksanaan ekspedisi,” ungkapnya.
Selama pelayaran, KRI Ajak-653 akan menempuh rute Tarakan, Pulau Sebatik, Pulau Bunyu, Pulau Maratua, Teluk Sulaiman, Pulau Derawan, sebelum kembali ke Tarakan dengan total jarak sekitar 403 nautical mile.
Sumarji mengatakan wilayah yang menjadi tujuan ekspedisi bukan merupakan daerah baru bagi KRI Ajak-653 karena selama ini juga menjadi bagian dari wilayah patroli rutin TNI AL.
“Wilayah-wilayah tersebut sudah sering menjadi daerah patroli KRI kami, sehingga kami optimistis seluruh rangkaian pelayaran dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan prakiraan cuaca yang diterima TNI AL, kondisi perairan selama pelaksanaan ekspedisi diperkirakan cukup bersahabat sehingga diharapkan proses distribusi rupiah ke masyarakat dapat berlangsung lancar.
Dankodaeral XIII juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang secara konsisten melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
“Melalui sinergi ini, kami berharap masyarakat di wilayah kepulauan dapat memperoleh akses terhadap uang rupiah yang layak edar sekaligus memperkuat kecintaan terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan negara,” pungkasnya.












