NOTIFNEWS – Gedung Tarakan Art & Convention Center (TACC) menjadi salah satu fokus peninjauan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kota Tarakan dalam evaluasi LKPJ Tahun Anggaran 2025.
Sebagai gedung pertemuan representatif milik pemerintah daerah, TACC dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai kegiatan skala besar sekaligus menjadi cerminan kualitas pelayanan publik.
Ketua Pansus LKPJ DPRD Tarakan, Barokah, menyampaikan bahwa hasil peninjauan lapangan menunjukkan masih adanya aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya pada pemeliharaan fasilitas pendukung di dalam gedung.
“Kami melihat beberapa perlengkapan seperti penutup kursi dan meja belum terawat dengan baik. Padahal, fasilitas tersebut seharusnya mendukung tampilan gedung agar tetap layak digunakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut tidak terlepas dari belum tersedianya alokasi anggaran khusus untuk perawatan rutin, termasuk pencucian inventaris berbahan kain.
“Dari hasil pengecekan, ternyata belum ada anggaran khusus untuk perawatan seperti pencucian perlengkapan. Ini yang perlu menjadi perhatian ke depan,” katanya.
Barokah menilai, aspek pemeliharaan seharusnya menjadi bagian penting dalam pengelolaan aset daerah, terlebih TACC memiliki potensi besar dalam mendukung pendapatan asli daerah (PAD).
Ia mendorong agar ke depan pemerintah kota dapat mengalokasikan anggaran pemeliharaan secara lebih terencana, sehingga kualitas fasilitas tetap terjaga dan siap digunakan dalam berbagai kegiatan.
Selain itu, DPRD juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara tarif sewa gedung dengan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Kalau tarif sewanya cukup tinggi, maka kualitas kebersihan dan kenyamanan juga harus benar-benar diperhatikan agar pengguna merasa sepadan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pansus turut mendorong adanya kajian terhadap pola pengelolaan gedung, termasuk kemungkinan kerja sama dengan pihak ketiga guna meningkatkan profesionalisme dan fleksibilitas dalam pengelolaan operasional.
Langkah ini dinilai dapat menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan teknis di lapangan, khususnya terkait pemeliharaan harian dan peningkatan standar layanan.
Seluruh hasil temuan dalam peninjauan tersebut telah dicatat sebagai bahan evaluasi dan akan dibahas lebih lanjut bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Nanti ini akan kami bahas dalam rapat bersama, supaya pengelolaan dan pemeliharaan aset seperti TACC bisa lebih optimal ke depannya,” pungkasnya.(*)









