NOTIFNEWS – Upaya mengatasi genangan dan banjir di Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, masih menghadapi kendala. Dari sekitar 10 titik normalisasi drainase yang diusulkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), hingga kini baru satu titik yang terealisasi.
Lurah Karang Harapan, Eva Julita Panjaitan, mengatakan normalisasi drainase menjadi salah satu kebutuhan mendesak karena sejumlah kawasan masih kerap mengalami genangan saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Menurut Eva, usulan tersebut telah disampaikan sejak awal tahun dan mencakup sejumlah lokasi yang dinilai rawan banjir maupun memiliki kondisi saluran yang tidak lagi berfungsi optimal.
“Kalau untuk kegiatan normalisasi memang ada beberapa titik. Tahun ini memang ada programnya dan kami sudah coba usulkan melalui DPUPR untuk beberapa titik. Tapi yang tahun ini baru dikerjakan satu titik yang di belakang kandang buaya,” katanya.
Ia menjelaskan, titik yang telah ditangani tersebut sudah selesai dikerjakan. Sementara sembilan titik lainnya masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait.
“Kemarin kita usulkan mungkin ada sekitar 10 titik. Yang sudah dikerjakan baru satu titik. Masih ada beberapa titik yang kita tunggu respons dari DPUPR,” ujarnya.
Eva menegaskan seluruh titik yang diajukan sebenarnya masuk kategori prioritas. Selain berada di jalur yang digunakan masyarakat, kawasan-kawasan tersebut juga memiliki riwayat genangan yang cukup sering terjadi ketika musim hujan.
“Semua prioritas karena jalan umum juga. Karang Harapan ini memang rawan banjir dan rata-rata kondisi drainasenya saat ini sudah banyak yang tertutup,” ucapnya.
Ia menyebut sebagian besar saluran drainase mengalami pendangkalan akibat timbunan pasir, lumpur, serta pertumbuhan gulma yang menghambat aliran air. Kondisi tersebut membuat kapasitas drainase berkurang dan memperbesar potensi genangan.
“Drainase yang ada sekarang banyak tertutup gulma dan pasir dari bawaan banjir. Kondisinya tidak mungkin dan tidak bisa dikerjakan oleh masyarakat karena memang membutuhkan alat berat,” jelas Eva.
Karena memerlukan alat berat, kelurahan tidak dapat melakukan penanganan secara mandiri. Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan DPUPR agar usulan yang telah disampaikan dapat masuk dalam jadwal pekerjaan tahun berjalan.
Meski baru satu titik yang terealisasi, Eva berharap pengerjaan drainase di lokasi lain dapat dilakukan secara bertahap sehingga persoalan genangan yang selama ini dikeluhkan warga dapat berkurang.
“Katanya program kegiatannya memang ada tahun ini. Kami berharap titik-titik yang sudah diusulkan bisa segera ditindaklanjuti karena kondisinya memang membutuhkan penanganan. Mudah-mudahan bisa dikerjakan bertahap sehingga dampaknya bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)













