NOTIFNEWS – Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang layak edar senilai Rp6 miliar dalam pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Provinsi Kalimantan Utara. Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat di lima pulau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Kepala Koordinator Wilayah Kalimantan, Haris Munandar, mengatakan uang yang dibawa dalam ekspedisi terdiri dari berbagai pecahan, baik pecahan kecil maupun besar, untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat di daerah kepulauan.
“Pada ekspedisi kali ini kita membawa uang tukaran sebesar Rp6 miliar. Terdiri dari berbagai pecahan, baik pecahan kecil maupun pecahan yang lebih besar, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya usai pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Tarakan, Senin (14/7/2026).
Menurut Haris, layanan penukaran tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki uang lusuh atau rusak, tetapi juga bagi warga yang membutuhkan pecahan kecil untuk mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari, seperti transaksi di pasar maupun kebutuhan pelajar.
“Nanti di samping keperluan penukaran uang lusuh atau uang rusak, apabila ada kebutuhan uang pecahan yang lebih kecil, misalnya untuk ke pasar atau kebutuhan anak-anak sekolah, juga bisa dilakukan,” katanya.
Ia menjelaskan, nominal uang yang dibawa pada tahun ini meningkat dibandingkan pelaksanaan ekspedisi pada tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata berada di bawah Rp5 miliar.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya rata-rata di bawah Rp5 miliar. Tahun ini kita upayakan menjadi Rp6 miliar agar kebutuhan masyarakat dapat lebih terlayani,” jelasnya.
Haris berharap seluruh uang yang dibawa dalam ekspedisi dapat terserap oleh masyarakat. Menurutnya, tingginya tingkat penukaran menunjukkan layanan Bank Indonesia benar-benar dibutuhkan masyarakat di wilayah kepulauan.
“Kalau bisa habis, justru kami senang. Itu artinya apa yang kami bawa benar-benar dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pada pelaksanaan ekspedisi sebelumnya hampir seluruh uang yang disiapkan selalu habis ditukarkan. Bahkan, di beberapa daerah masih terdapat kebutuhan tambahan sehingga masyarakat diarahkan untuk memanfaatkan layanan perbankan terdekat atau menunggu jadwal layanan berikutnya.
Dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Bank Indonesia akan mengunjungi Pulau Sebatik, Pulau Bunyu, Pulau Maratua, Teluk Sulaiman, dan Pulau Derawan menggunakan KRI Ajak-653. Selain menyediakan layanan penukaran uang layak edar, tim juga melaksanakan edukasi mengenai pentingnya penggunaan dan perlakuan yang baik terhadap rupiah.
Program tersebut merupakan bagian dari sinergi Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut untuk memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar sekaligus memperkuat kedaulatan rupiah di wilayah perbatasan dan kepulauan Indonesia.











