NOTIFNEWS – Warga mengeluhkan aktivitas mobil kontainer yang melakukan bongkar muat barang di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang kerap menambah kemacetan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan bongkar muat terlihat di sepanjang Jalan Yos Sudarso, Jalan Diponegoro, hingga Jalan Kusuma Bangsa. Kontainer yang berhenti di depan toko-toko besar bahkan memakan hampir setengah badan jalan.
Seorang pengendara, Sujiman, mengaku resah saat melintas. Ia menilai keberadaan mobil besar yang berhenti di badan jalan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Kondisi jalan sudah macet, malah tambah bongkar muatan di pinggir jalan. Selain membuat macet juga membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Sujiman menilai aktivitas bongkar muat lebih tepat dilakukan di gudang penyimpanan, bukan di depan toko. Ia mencontohkan mobil jasa ekspedisi yang biasanya langsung menurunkan barang dari pelabuhan ke toko saat jam sibuk, sehingga menambah kemacetan.
Hal senada disampaikan Anes, warga lainnya. Ia menyebut, selain kontainer, kendaraan yang parkir di tepi jalan juga memperparah kepadatan lalu lintas.
“Itu sudah nyata tiap pagi di Yos Sudarso. Mereka bongkar bahan bangunan dan sembako langsung di depan toko. Harusnya ada tindakan dari pihak terkait,” katanya.
Anes pun menyarankan agar pemerintah menetapkan aturan khusus waktu bongkar muat. Aktivitas tersebut sebaiknya tidak dilakukan pada jam sibuk kerja maupun jam anak sekolah berangkat.
“Toko besar pasti ada gudangnya. Kalau pun tidak, setidaknya jangan bongkar pas jam sibuk orang beraktivitas,” tambahnya.
Oleh karena itu, warga berharap ada tindakan tegas dari pihak terkait agar aktivitas bongkar muat di jalan protokol Tarakan tidak berlarut-larut. (**)












