NOTIFNEWS – Harapan keluarga Zivian alias Ade (5) untuk mendapatkan penanganan medis terbaik bagi putra mereka masih menghadapi berbagai kendala. Bocah yang menjadi korban kecelakaan tunggal bersama keluarganya itu hingga kini masih menjalani perawan intensif dalam kondisi koma dan membutuhkan tindakan operasi di luar Kota Tarakan.
Namun, rencana rujukan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas bedah saraf masih terkendala biaya transportasi dan kebutuhan selama menjalani pengobatan di luar daerah.
Orangtua Ade, Burhan, mengatakan kondisi putranya hingga saat ini belum menunjukkan perkembangan signifikan sehingga dokter merekomendasikan penanganan lebih lanjut di luar Tarakan.
“Anak kami masih dirawat intensif dan kondisinya masih koma. Saat ini yang menjadi kendala adalah biaya untuk proses rujukan dan kebutuhan selama menjalani pengobatan di luar daerah,” ujar Burhan kepada media, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, keluarga terus berupaya mencari jalan agar Ade dapat segera memperoleh tindakan medis yang dibutuhkan. Namun keterbatasan kemampuan ekonomi membuat proses tersebut belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Burhan mengaku sangat berharap adanya dukungan dari masyarakat agar putranya dapat segera dirujuk dan menjalani operasi.
“Kami hanya ingin Ade mendapatkan kesempatan untuk sembuh. Karena itu kami memohon doa dan bantuan dari masyarakat yang berkenan membantu proses pengobatan anak kami,” katanya.
Ia menuturkan, apabila fasilitas dan tenaga medis spesialis yang dibutuhkan tersedia di Tarakan, kemungkinan proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu rujukan ke luar daerah.
“Kami berharap Ade bisa segera mendapatkan tindakan yang diperlukan. Saat ini fokus kami adalah mencari cara agar proses rujukan dapat segera terlaksana,” ungkapnya.
Untuk membantu kebutuhan biaya rujukan dan pengobatan, keluarga membuka donasi bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan.
Rekening Donasi:
Bank BNI 0627304677
Atas Nama: Burhan
Keluarga berharap uluran tangan masyarakat dapat membantu mempercepat proses rujukan medis mengingat kondisi Ade yang masih kritis dan membutuhkan penanganan lanjutan sesegera mungkin.
“Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi kami. Semoga ada jalan terbaik agar Ade bisa segera mendapatkan perawatan yang dibutuhkan,” tutup Burhan.













