NOTIFNEWS – Pembangunan pusat pergudangan di Kelurahan Lingkas Ujung, Kota Tarakan, direncanakan berlangsung secara bertahap dengan skema multiyears. Untuk pembangunan dua unit gudang, kebutuhan anggaran keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, mengatakan pembangunan tidak dilakukan sekaligus dalam satu tahun anggaran. Tahapan pekerjaan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah sehingga pembangunan dapat tetap berjalan secara bertahap.
“Untuk pembangunan dua gudang itu kebutuhan anggarannya sekitar Rp5 miliar. Pengerjaannya tidak sekaligus, tetapi dilakukan bertahap melalui skema multiyears sesuai dengan kemampuan anggaran daerah,” ujar Randy, Jumat (21/8).
Pada tahap awal, pemerintah daerah telah mengalokasikan sekitar Rp700 juta untuk pembangunan fasilitas tersebut pada tahun ini. Anggaran tersebut menjadi bagian awal dari keseluruhan kebutuhan pembangunan dua unit gudang yang direncanakan di kawasan Lingkas Ujung.
Menurut Randy, pola pembangunan bertahap diperlukan agar pelaksanaan proyek dapat menyesuaikan kondisi fiskal daerah. Dengan skema tersebut, kebutuhan anggaran tidak harus dibebankan seluruhnya dalam satu tahun anggaran.
“Untuk tahap awal tahun ini sekitar Rp700 juta. Jadi pembangunan memang dimulai dari tahap awal dulu, kemudian dilanjutkan pada tahapan berikutnya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Pusat pergudangan tersebut direncanakan menjadi fasilitas yang mendukung aktivitas logistik di Kota Tarakan. Keberadaan dua unit gudang nantinya diharapkan dapat menunjang kebutuhan penyimpanan maupun aktivitas distribusi barang.
Randy menilai pembangunan fasilitas dengan kebutuhan anggaran cukup besar memang membutuhkan perencanaan yang matang. Selain memastikan pekerjaan fisik berjalan sesuai tahapan, pemerintah juga perlu menyesuaikan kelanjutan pembangunan dengan ketersediaan anggaran pada tahun berikutnya.
Skema multiyears memungkinkan pembangunan dilaksanakan secara berkesinambungan tanpa harus mengalokasikan seluruh kebutuhan biaya sekaligus. Dengan demikian, tahapan pekerjaan dapat disesuaikan dengan kapasitas keuangan daerah.
Di sisi lain, DPRD juga berharap pembangunan yang telah dimulai dapat dilanjutkan sesuai rencana. Keberlanjutan pekerjaan menjadi penting agar anggaran yang telah dialokasikan dapat menghasilkan fasilitas yang nantinya bisa dimanfaatkan secara optimal.
Randy mengatakan pembangunan pusat pergudangan tersebut masih menjadi bagian dari proses penataan fasilitas logistik di Tarakan. Karena itu, pengerjaannya perlu dilakukan secara terukur dengan memperhatikan kemampuan pembiayaan daerah.
“Yang penting pembangunan ini bisa berjalan sesuai tahapan. Karena anggarannya cukup besar, kita sesuaikan dengan kemampuan daerah, sehingga pembangunannya dilakukan bertahap sampai fasilitasnya bisa selesai dan dimanfaatkan,” pungkas Randy. (**)













