NOTIFNEWS – Rencana pembangunan pusat pergudangan di Kelurahan Lingkas Ujung diarahkan menjadi salah satu titik transit dalam sistem distribusi barang di Kota Tarakan. Fasilitas tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga menjadi lokasi peralihan barang dari kendaraan angkutan besar ke kendaraan distribusi yang lebih kecil.
Konsep tersebut disiapkan untuk menata pola pergerakan barang yang masuk ke Tarakan, khususnya yang dibawa menggunakan truk kontainer maupun kendaraan berbadan besar dari luar daerah. Setelah tiba di pusat pergudangan, barang akan diturunkan sebelum diteruskan menuju toko, pusat perdagangan maupun lokasi tujuan lainnya di dalam kota.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, mengatakan pola tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem distribusi yang lebih teratur. Kendaraan besar nantinya cukup membawa barang hingga kawasan transit, sementara kebutuhan distribusi di dalam kota dilayani kendaraan dengan ukuran yang lebih kecil.
“Konsepnya nanti barang dari luar dibawa kendaraan besar sampai ke pusat pergudangan. Setelah dibongkar, barang itu baru diteruskan menggunakan kendaraan yang lebih kecil sesuai tujuan masing-masing,” ujar Randy, Jumat (21/8).
Menurut Randy, pemisahan antara angkutan dari luar daerah dan distribusi dalam kota diperlukan karena karakteristik kendaraan yang digunakan berbeda. Kendaraan berbadan besar membutuhkan ruang lebih luas untuk berhenti maupun melakukan bongkar muat, sedangkan distribusi ke kawasan perdagangan dapat dilayani kendaraan yang lebih sesuai dengan kondisi jalan di dalam kota.
Dengan pola tersebut, pusat pergudangan di Lingkas Ujung diharapkan dapat menjadi penghubung antara arus barang dari luar daerah dengan jaringan distribusi lokal. Barang yang masuk tidak harus dibawa langsung oleh kendaraan besar hingga ke kawasan perdagangan, melainkan terlebih dahulu melalui titik transit.
“Jadi kendaraan besar tidak perlu sampai masuk ke dalam kota untuk mengantarkan barang ke masing-masing tempat. Cukup sampai di titik transit, kemudian distribusinya dilanjutkan dengan kendaraan yang lebih kecil,” jelasnya.
Randy menilai keberadaan pusat pergudangan juga akan memberikan lokasi yang lebih jelas bagi aktivitas bongkar muat. Selama ini, kendaraan angkutan barang membutuhkan ruang untuk berhenti ketika melakukan proses tersebut. Dengan adanya kawasan yang memang dipersiapkan untuk kegiatan logistik, aktivitas tersebut diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Selain mendukung kelancaran distribusi, konsep transit tersebut diharapkan dapat membuat pergerakan kendaraan logistik di dalam kota menjadi lebih terkendali. Kendaraan besar tidak lagi harus berulang kali bergerak menuju berbagai titik perdagangan hanya untuk mengantarkan barang.
Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut nantinya dapat membuat rantai distribusi barang di Tarakan lebih teratur, dengan pembagian peran yang jelas antara kendaraan pengangkut dari luar daerah dan kendaraan yang melayani kebutuhan distribusi di dalam kota.
“Harapannya, alur barang bisa lebih tertata. Kendaraan besar membawa barang sampai ke pusat transit, kemudian kendaraan yang lebih kecil mengambil dan mendistribusikannya sesuai kebutuhan di dalam kota,” pungkas Randy.













