NOTIFNEWS – Peningkatan dan percepatan digitalisasi transaksi (sistem pembayaran) khususnya di kawasan pelabuhan di Kalimantan Utara (Kaltara) terus dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara.
Salah satunya, KPwBI Kaltara bersama pemerintah daerah resmi melakukan soft launching Pelabuhan Kayan II SIAP QRIS, sebagai bagian dari transformasi ekosistem transaksi yang lebih efisien, transparan, dan inklusif.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik, mengatakan bahwa program Pelabuhan SIAP QRIS merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia dengan seluruh Dinas Perhubungan di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
“Inisiatif ini telah dimulai sejak peluncuran program DIGI-PORT pada September 2025, yang menghadirkan QRIS sebagai kanal pembayaran retribusi kepelabuhanan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi,” kata Hasiando.
Komitmen digitalisasi tersebut, lanjutnya, semakin diperkuat melalui forum Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kalimantan Utara.
Dalam pertemuan tingkat tinggi itu, seluruh pimpinan daerah menyepakati pentingnya penyediaan alternatif pembayaran non-tunai, termasuk untuk pembelian tiket penumpang dan berbagai transaksi di pelabuhan.
Sebelumnya, implementasi awal telah dilakukan melalui soft launching Pelabuhan Tengkayu I SIAP QRIS pada Desember 2025 sebagai proyek percontohan. Saat ini Pelabuhan Kayan II menjadi langkah lanjutan dalam memperluas penerapan sistem pembayaran digital tersebut.
Dalam implementasinya, Pelabuhan Kayan II SIAP QRIS melibatkan tiga agen tiket dan 13 pemilik speedboat sebagai pelaku utama transaksi.
Program ini juga didukung sejumlah perbankan, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, dan Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang berperan dalam akuisisi merchant.
Nantinya, implementasi QRIS ditargetkan diperluas ke lima pelabuhan di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Pada Mei 2026, soft launching direncanakan berlangsung di pelabuhan Kabupaten Malinau, Tana Tidung, dan Nunukan.
Selanjutnya, grand launching Pelabuhan SIAP QRIS se-Kalimantan Utara dijadwalkan pada Juni 2026.
“Dengan hadirnya QRIS di Pelabuhan Kayan II, masyarakat kini dapat melakukan pembayaran tiket speedboat dan retribusi daerah secara non-tunai. Ini memberikan kemudahan, kecepatan, sekaligus mendorong ekosistem keuangan digital yang lebih luas,” terang Hasiando.
Bank Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bulungan, Dinas Perhubungan, serta seluruh pihak terkait. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama keberhasilan transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan publik.
“Melalui program ini, masyarakat Kalimantan Utara diharapkan dapat merasakan manfaat nyata dari digitalisasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih modern dan inklusif,” pungkasnya.(*)












